Suatu kemajuan pesat yang diberikan oleh orang-orang Karo yang telah mendedikasikan hidupnya untuk perfilman nasional. Kenapa saya bilang pesat ? Karena saat ini Karo sudah mempunyai aktor yang paling senior dari segi umur dan pengalaman sampai yang paling junior. Untuk itu saya sedikit memberikan turi-turin tentang sepak terjang orang Karo dalam kancah perfilman nasional. Karena mungkin film merupakan sudah menjadi bagian dari hidup saya saat ini.

Advent Bangun, mengawali karir sebagai atlet Karate nasional. Beberapa kali mendapat emas PON dan terpilih masuk pelatnas untuk kejuaraan Karate Internasional. Justru karena karatelah dia masuk ke dunia film. Aktor laga ini sudah membintangi puluhan film layar lebar. Bermain film khusus karakter antagonis. Dulu ada sebuah pomeo mengatakan dimana ada Barry Prima sebagai jagoan disitu pasti ada Advent Bangun sebagai bandit. Sekarang Advent Bangun sudah meninggalkan dunia film dan mendedikasikan hidupnya untuk Tuhan dengan menjadi Pendeta.

El Manik, aktor yang diangkat Teguh Karya dari Teater Populer ini bermain bagus sebagai tentara Belanda di film November 1828. Dia menjadi satu-satunya aktor Karo yang meraih piala Citra sebagai aktor terbaik dalam film “Budak Nafsu” 1984. Aktor yang biasa ditemui di salah satu cafe di komplek Taman Ismail Marzuki ini sekarang lebih banyak bermain sinetron.

Josep Ginting, lulusan cum laude dari Intitut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan teater. Sekarang bekerja sebagai dosen di IKJ jurusan teater dan juga sutradara Teater populer.

Banyak bermain sinetron dan film. Sebuah film yang tergress yang dimainkan Josep adalah Ca Bau kan. Di film yang disutradarai Nia Dinata ini dia bermain sebagai Oey Eng Goan, seorang saudagar Cina. Walau di Film ini dia menjadi seorang Cina, warna vokal Karonya tidak bisa dihilangkan. Mungkin menjadi pertimbangan tersendiri dari sutradara karena Josep beristrikan seorang Cina. Kepada saya Josep Ginting mengatakan hanya dua yang seangkatannya di IKJ lulus dengan cumlaude. satu adalah dia dan yang seorang lagi adalah Didi Petet.

Reynold Surbakti, mengawali karir sebagi abang dan none Jakarta. Sinetron Shangrilla telah mengangkat karirnya ketika dia beradu akting dengan Teuku Ryan dan Tamara Bleyzensky. Saat ini Reynold menjadi salah satu aktor Karo yang dipuja banyak wanita. Sayang sejak dia menikah, Reynold sangat jarang bermain sinetron. Walau begitu

aktingnya dapat disimak setiap minggu di sebuah sinetron.

Dermawi Tarigan, aktor ini bermain di film Ca Bau Kan bersama Josep Ginting. Di Film ini dia berperan sebagai Tuan Pangemanan, redaktur koran betawi Baroe. Saat ini Dermawi membuka pendidikan akting dan agency untuk calon aktor di Bandung.

Anna Tarigan, salah satu aktor wanita Karo yang unggul. Di tahun 1990an dia banyak bermain di berbagai sinetron. Sejak dia menikah dengan seorang Padang, Anna akhirnya berhenti bermain sinetron.

Sakurta Ginting, bocah ajaib temuan sutradara terkemuka Garin Nugroho. Bermain apik sebagai pemeran utama dalam film Garin terakhir berjudul “. Konon Sakurta disebut sebagai The New Joshua Indonesia.

Gion Daniel Sembiring, seorang pendatang baru di blantika sinetron Indonesia. Anak muda kelahiran Medan, 5 Agustus 1984 membuat saya angkat jempol dua tangan. Di sinetron terbaru berjudul “Fairish” Gion langsung menjadi pemeran utama bernama Davi. Padahal ini adalah sinetron pertamanya. Yang lebih gila lagi sinetron yang diangkat dari novel teenlit berjudul sama ini, Gion mengalahkan 15000 pelamar dari seluruh Indonesia! Casting sinetron ini memang dilakukan secara nasional. Gion dapat disimak di TV 7 mulai 20 mei 2005 pk 15.00 WIB. Ketika anda melihat Gion anda tidak akan percaya kalau dia seorang “Mama Biring.”

Kita juga tidak bisa mengesampingkan orang-orang Karo yang bekerja dibelakang layar. Siapa yang tidak kenal Ves Tarigan, Kameramen dan Director of Photograpy jebolan Rusia ini adalah yang terbaik se-Indonesia. Konon Kameramen paling senior ini menjadi kameramen termahal yang pernah dibayar.

Trasta Sembiring. Dia menjadi kameramen film layar lebar terbaru berjudul “Piano, Aku dan Puisiku”. Film yang mengambil lokasi syuting di Jepang ini akan dirilis pada bulan November 2005.

Juga banyak orang-orang Karo yang bekerja sebagai Lighting, Art, Sound, driver, PU (pembantu umum) dan sebagainya yang membantu agar lancarnya proses pembuatan film itu sendiri.

Tapi selain itu banyak juga orang Karo yang berperan membantu popularitas seorang artis. Sebagai contoh seorang bermerga sembiring yang menikah dengan artis cantik pemeran utama sinetron Metropolis bernama Koming.

Atau yang paling gress tentu saja Julianda Barus. Pengusaha travel ini digosipkan menjadi teman selingkuhan artis cantik Elma Theana. Tapi ini bukan sekedar gosip karena Elma telah menceraikan suaminya seorang seniman lukis. Julianda sendiri sudah menceraikan istrinya. Menurut kabar mereka akan segera menikah. Mungkin ini jalan terbaik yang ditempuh daripada ketahuan supir pribadi sendiri selingkuh dengan seorang Karo di dalam mobil.

Sebuah terobosan baru dalam perjalanan orang-orang Karo dalam kancah perfilman nasional. Paling tidak walau gagal menjadi artis, menjadi selingkuhan artispun bolehlah. Ketika banyak infotainment membahas masalah ini apakah kita harus bangga ketika wajah selingkuh membawa embel merga. Tapi yang penting kita harus bersyukur karena ketampanan lelaki Karo sudah diakui artis cantik Indonesia walau hanya dijadikan selingkuhan.