denias_senandung_di_atas_awan.jpg

Ketika kita menikmati film Denias, Senandung di atas Awan, kita akan menyaksikan keindahan alam dan segala potensi papua yang selama ini terlupakan. Baik potensi itu menyangkut sumber daya manusia dan sumber daya alamnya.

Film ini mencoba mengulas lebih dalam potensi adat di tanah Papua berikut tata kramanya. Maka akan terjadilah seperti yang dialami Denias ( ) seorang putra Papua yang amat merindukan untuk bersekolah.

Sampai ketika ibunya meninggal terpanggang di rumahnya, akbiat kelalaiannya, satu pesan terakhir yang disampaikan kepada Denias, yaitu harus sekolah. Maka untuk mewujudkan cita-citanya dia bertemu dengan sosok Maleo (Ari Sihasale) sosok tentara Kopasus yang kebetulan menganggur di desa itu. Maleo mengajarkan anak-anak desa bersekolah yang kebetulan saat itu ditinggal seorang guru (Mathias Muchus) yang harus kembali ke Jawa karena istrinya sakit.

Problema yang dihadapi Denis dalam mewujudkan impiannya adalah ketika Maleo harus pergi untuk menunaikan tugasnya sebagai tentara, belum lagi perkelahiannya dengan Nuel seorang anak kepala adat yang kaya. Dengan tekad bulat akhirnya Denias berangkat ke kota seorang diri dengan berlari dan berjalan kaki.

Bersetting di perusahaan penambangan emas Freeport, akhirnya Denias tiba di sebuah sekolah yang diimpikannya. Tapi untuk masuk ke sekolah itu dia mengalami hambatan kalau bukan persoalan uang dan keberadaan hidupnya sebagai anak kampung yang hidup sebatang kara di kota. Akhirnya seorang guru (Marcela Jalianty) menaruh simpati pada Denias dan memperujuangkannya untuk bisa sekolah. Singkat kata akhirnya Denias bisa bersekolah di tempat itu.

Film ini mencoba memberi pesan kepada kita, khususnya anak-anak untuk rajin sekolah. Denias mencoba menghantarkan semangat hidup bagi generasi muda untuk mencapai keinginan dengan segala cara pasti didapat, apalagi keinginan itu untuk bersekolah. Jadi tidak pernah ada halangan bagi kita untuk menuntut ilmu.

Tata fotografi film ini sangat indah. Dengan keindahan alam Papua sebagai latar belakangnya. Sayangnya conitinuity gambar tidak berjalan dengan lancar. Begitu juga musik kurang dalam mengilustrisasikan kejadian.

Film ini telah memberikan warna baru bagi perfilman Indonesia, dan kalau disimpulkan atas keberhasilan film ini dalam menyajikan sesuatu yang menghibur. Jelas film ini telah berhasil.