Judul diatas adalah ungkapan hatiku. Saat aku terkadang ada dipersimpangan jalan, saat itulah kata-kata diatas kembali mengiang dalam sanubariku. Seni itu adalah hidupku bukan pilihanku.

Sampai sekarang aku tidak pernah berpikir akan menjadi seniman. Saatku kecil juga tidak. Sampai kapanpun aku tidak berharap untuk menjadi seniman. Karena seniman bukanlah pilihanku. Dia tidak pernah kupilih untuk menjadi profesiku. Namun sekarang dia tetap melekat dalam hidupku.

Sampai aku lulus SMA, aku tidak pernah mencita-citakan menjadi seniman. Bahkan aku bercita-cita untuk menjadi AKABRI. Lalu keinginanku untuk menjadi seorang insinyur elektro. Tapi kenapa seni terus melekat erat walau aku berusaha melepaskannya.

Baru aku sadar, kita tidak pernah apa yang akan terjadi esok. Tidak pernah terpikirkan olehku akan menjalani hidup seperti ini. Orang-orang disekelilingku kadang tidak mengerti mengapa aku memilih hidup seperti ini. Padahal dari dulu seni bukan pilihanku, entah kenapa dia ditakdirkan menjadi hidupku.

Tuhan, jika Engkau telah memateraikan jubah kesenian dalam hidupku. Buatlah ini menjadi penopang hidupku. Sadarkan aku dan orang sekelilingku kalau ini sudah menjadi hidupku. Sungguh aku tidak berharap semua kan terjadi.