Jumat pagi agencyku mengsms bahwa ada casting untuk sebuah FTV di Stravision. Aku langsung tertarik, karena memang aku butuh peluang ini. Jam 3 aku berangkat ke PH itu. Orang-orang sudah ramai pada menunggu giliran di casting. Aku mendaftar dan diberikan dialog sebagai penjahat. Berulangkali aku dapat peran ini. Mungkin karena memang tampangku seperti penjahat.

Betapa terkejutnya aku. Setelah giliran casting. Aku mendapati bang Tono, co-director MD Entertainment yang mengcasting aku. Terjadilah langsung suasana akrab sesama pekerja film. Bukan apa-apa, aku pernah bekerja di MD Entertainment sebagai asisten sutradara, dan berkali-kali pula aku bertemu dengan bang Tono.

Bang Tono mentes aku sebagai peran penjahat. Terlihat dia puas. Buktinya dia menyuruh aku berganti peran sebagai Billy, seorang seniman yang hasil karyanya dibajak orang lain. Dengan cepat aku menghafal dialog yang disediakan. Bang Tono kembali mentes aku. Terlihat dia puas, dan akan mengontak aku kembali.

Aku turun ke lantai 1. Disana juga ada casting. Ternyata film layar lebar Love Story karya Mas Hannya R Saputra. Kebetulan pikirku, berhubung aku pernah mewawancara mas Hanny dalam sebuah tugas waktu aku masih sekolah film dulu. Aku sedikit kecewa ternyata Mas Hanny tidak datang. Hampir 3 jam aku menunggu hingga mendapat giliran casting. Ternyata di pintu casting tertulis yang dibutuhkan adalah peran bapak-bapak. Bukan karakter aku. Ternyata aku salah casting. Aku tidak mau mundur gitu saja. Aku langsung masuk dan ternyata aku dikasih adegan seorang bapak yang anaknya tenggelam di sungai!

Selama menunggu casting love strory, aku bertemu dengan bang Danny. Dia bos manajemen artis Dewa-Dewi. Dia menawarkan aku untuk casting besok di Maxima. Katanya, Maxima butuh peran laki-laki berbadan besar seperti aku. Aku berjanji padanya untuk datang ke Maxima besok.

Tadi siang aku ke Maxima. Ternyata aku dicasting untuk peran cowok gay! Satu sesi aku harus berkarakter bencong. Satu sesi lagi aku karakter macho tapi gay. Dan si pengasting sepertinya masih ragu denganku.

2 hari tiga casting. Betapa melelahkan. Bukannya orang-orang itu dulu seperti ini. Ya Tuhan, betapa susahnya mencari sesuap nasi.