Aku tulis kisah ini karena aku sedang mengagumi Tuhan. Aku percaya padaNya. Tapi setelah menyaksikan semua yang terjadi, aku tambah percaya lagi padaNya. Semua ada waktuNya, kata firmanNya di Pengkotbah 3 : 11a. Firman itu pernah diberikan oleh seorang gadis yang aku cintai dan pernah aku tempel di dinding kamar kosku selama 6 tahun di Bandung dulu.

Hari ini sebetulnya biasa aja. Aku tetap berkecamuk dengan persoalanku. Tapi betapa mujizat karyaNya. Dia berhasil mendorongku untuk menyelesaikan proposal itu tepat setelah gadis itu mengabarkanku untuk bertemu di Kemang.

Dia tahu kondisiku. Dia tahu persoalanku. Dia tahu usahaku. Dia tahu perjuanganku. Dia tahu air mataku. Dia tahu semuanya. Dia memang memiliku. Dia adalah Tuhan yang aku kasihi. Tuhan yang mengangkatku dari lembah kekelaman dan gelimang dosa. Semua tepat dan sesuai dengan kondisiku. Dia telah mengejutkan aku dengan karyaNya. Betapa dahsyatNya rajutan hidupku.

Aku tutup hari ini dengan sejuta senyuman. Betapa kini aku jatuh hati pada gadis itu. Tuhan, ijinkan aku menulis puisi terindah untuknya.