Kata-kata itu aku buka untuk memulai perjuanganku esok. Besok aku kembali syuting film. Kebetulan aku dapat proyek sebagai asisstant talent di film produksi Sinemart berjudul “Doa yang Mengancam” karya Hanung Bramantyo (sutradara Ayat-ayat Cinta). Film ini dibintangi Aming, Titi Kamal, dll. Jujur ini adalah kerjaan yang memberikan surprise dalam karir hidupku. Baru kali ini aku ikut produksi film layar lebar, dan sebagai asisten Hanung Bramantyo pula. Hanung adalah salah satu sutradara favoritku. Dia sudah memenangi 2 piala Citra. Filmnya Ayat-Ayat Cinta menjadi film terlaris dalam sejarah Indonesia.

Syuting besok di pasar Kemiri Depok. Lokasi syuting 3 hari ke depan di tempat itu. Kami akan menggunakan figuran 150 orang untuk menghidupkan suasana adegan pasar. Tentu saja ini tantangan besar bagiku.

Sudah 6 bulan aku tinggalkan dunia film. Setelah mengerjakan beberapa proyek pertunjukan drama Natal sampai Paskah kemarin. Dan inilah saatnya aku kembali, sebelum menyiapkan Pawang Ternalem yang mulai proses produksi mulai Juni nanti. Hitung-hitung cari duit buat bayar kos, beli bensin motor, sambil nabung-nabung buat traktir Nande Karo makan bakso pas malam mingguan.

Aku teringat masa-masa aku di MD Entertainment dulu. Waktu aku sebagai asisten sutradara dari sutradara asal India bernama Ravi dan Jogie Dayal untuk sinetron Kangen dan Dunia Kecil. Sebetulnya kontrakku di Production House itu setahun. Namun aku lebih banyak menghilang daripada muncul di kantor membuat mereka menganggap aku tidak berkomitmen. Padahal kalau mereka tahu aku mengerjakan 3 drama pas Natal kemarin mungkin mereka bisa maklum. Bukan apa-apa, honor 3 drama itu sama dengan aku mengerjakan sinetron 5 episode dalam waku 50 hari. Jadi mending aku pilih drama. Belum lagi tanggung jawabku sangat besar ketika harus membuat drama Natal GBKP Jakpus yang memakan biaya 30 juta.

Tapi jalan Tuhan siapa yang tahu. Rezeki tidak pernah jauh kalau kita selalu meminta. Buktinya bulan ini aku diberikan 2 mujizat. Semua rencana hidupku tahun ini seolah berjalan sempurna. Hanya tinggal bagaimana aku menghargai semua yang telah diberikanNya.

Semua perjuangan dimulai esok. Thanks for Jesus, yang telah membuatku tetap berjuang…..