Hari pertama aku kembali ke film tentu saja aku datang tepat waktu. Lokasi syutingnya di Pasar Kemiri Depok. Sebuah pasar yang berlokasi di belakang Mall Depok. Aku bertemu banyak teman baru disana. Walau hari pertama itu kami belum terlalu akrab. Untung saja Raymond banyak membantuku dalam berinteraksi. Apalagi ketika dia memperkenalkan dengan Mas Hanung Bramantyo.

Aku sebenarnya tidak terlalu paham dengan job des kerjaanku. Raymond bilang aku sebagai asisten talent. Padahal sebetulnya aku sebagai astrada ke 3. Soalnya aku juga ikut mengarahkan blocking pemain.

Tidak itu saja. Aku harus mengarahkan figuran 150 orang!. Fiuh… betapa beratnya. Aku bisa bayangkan kalau hanya 2 astrada plus co-director itu yang mengarahkan dan tidak ditambah aku? Mungkin saja mereka akan merasa sangat kelelahan.

Aming pemain utama yang beredar di hari pertama. Tidak sulit mengarahkannya. Kami harus berhenti syuting selama 2 jam gara-gara hujan. Hari ke 2 kami mengambil set di gang di pasar yang sama. Sama seja lelahnya, karena menggunakan figuran 100 lebih. Dan banyak figuran on the spot pula. Artinya kami memanggil orang-orang sekitar untuk direkrut menjadi figuran dadakan. Yang membuat aku terkesan di hari ke 2 adalah gara-gara aku pulang syuting jam 23.30 dan Mall Depok sudah mengunci gerbangnya padahal sepeda motorku masih parkir di dalam. Akhirnya aku tidur di lobby depan mall seorang diri di bawah langit tamaram. Tentu saja aku minta ijin Satpam dulu. Itulah bentuk perjuangan.

Hari ke 3 lumayanlah. Kami tetap di pasar Kemiri. Aku bisa bertemu dengan si cantik Titi Kamal. Kami hanya menggunakan 2 set. Di sini aku banyak kenalan dan akrab dengan anak-anak kecil yang tinggal di lingkungan itu. Tiba-tiba saja aku merangkap bodyguard Titi Kamal dengan melindunginya dari serbuan para penggemarnya minta foto dan tandatangan. Dan untuk pertama kali aku bisa berfoto dengan mobil Limousine yang dipakai untuk film ini. Aku banyak bertanya pada pemilik limousine itu, siapa tahu bisa dipakai untuk mobil pengantinku waktu menikah nanti.

Hari ke 4 kami syuting di Mesjid jalan Cut Meutia. Paginya aku tidak ikutan syuting di kuburan Casablanca. Karena Raymond bilang, aku tidak perlu hadir di lokasi itu. Karena tidak terlalu repot. Di Masjid aku bertemu dengan Ustad Jeffry Al Boukhri yang juga main di film ini sebagai Ustad. Yang hebatnya temanku, Apin, adik teman satu rumahku yang aku ajak ke lokasi ternyata dipilih Raymond untuk diambil fotonya untuk foto-foto penjahat waktu adegan di kantor polisi nanti.

Inilah sedikit pengalamanku syuting di film Doa Mengancam. Hari ini aku sudah harus masuk ke Lokakarya dimana aku dapat beasiswa dari Kelola. Aku sudah minta ijin ke teman-teman untuk absen syuting seminggu ini. Thanks God untuk pengabulan doa yang telah Engkau berikan.