Dua pemuda Karo yang sehari-hari berprofesi sebagai pemain sinetron menyatakan kesediaannya untuk memerankan tokoh Pawang Ternalem. Seorang bermerga Ginting, dan yang lain bermerga Sembiring Depari. Yang Ginting tinggal di Depok, sementara Sembiring tinggal di Kelapa Gading. Kedua-keduanya mempunyai fisik di atas rata-rata. Dua-duanya dalam bahasa karo mempunyai fisik mbestang dan merupa. Keduanya dinilai sangat tepat memerankan tokoh Pawang Ternalem.

 

Saya sudah mendapat konfirmasi kesediaan dari keduanya. Yang Ginting sudah saya dapat konfirmasi via telepon. Sementara yang Sembiring kami sudah bertemu langsung,” kata Joey Bangun saat ditemui di rumahnya di daerah Sumur Batu yang masih dalam proses pemulihan kesehatan pasca sakit demam berdarah.

 

“Kita masih menunggu jadwal syuting mereka ke depan. Jangan sampai peran mereka sebagai Pawang Ternalem terganggu gara-gara jadwal syuting. Kita berharap tidak terjadi lagi seperti kasus pak El Manik yang batal main karena kesibukannya syuting sinetron Ramadhan.”

 

Menurut Joey Bangun, dua orang ini akan di casting lagi hingga didapat Pawang Ternalem yang cocok. “Mereka akan dites dengan beberapa dialog berikut gestur dan ekspresi mereka.”

 

Sesuai karakternya pemeran Pawang Ternalem ini akan dituntut sebagai tokoh ksatria dan pantang menyerah. Dia bisa memainkan surdam dan silat ndikkar (yang ini nantinya akan dilatih khusus oleh tim khusus). Selain itu, sebagai tokoh sentral, pemeran Pawang Ternalem akan sangat menentukan sukses tidaknya pertunjukan ini.

 

“Itu makanya kita tidak boleh coba-coba. Pawang Ternalem harus sempurna!” kata Joey lagi. Menanggapi adanya kemungkinan kedua pemuda Karo ini nantinya tidak bisa memerankan Pawang Ternalem karena kesibukan syuting mereka, Joey menanggapi santai, “Saya sudah siapkan pemain cadangan. Dia bermerga Batubara bebere Sembiring, tinggal di  daerah Tanjung Priok. Saya pernah melatihnya di satu pertunjukan Desember kemarin. Itu sebabnya saya juga sangat yakin dengan kredibilitas lelaki Batubara ini.”

 

Seperti konsep yang dibuat oleh Tim Kreatif Teater Aron sebelumnya, tokoh Pawang Ternalem ini tidak akan dipublikasikan ke publik sebelum pertunjukan. Seperti halnya pemeran Beru Patimar yang baru saja tiba di Indonesia setelah mengadakan tur keliling Eropa Mei lalu.

 

Menurut Joey Bangun, selama sakit dia telah melakukan beberapa ‘deal’ penting untuk beberapa tokoh. Calon pemeran Pawang Ternalem yang bermerga Sembiring sudah menjenguknya ke rumah sakit untuk menunjukkan keseriusannya. Begitu juga calon pemeran Kemberahen Pengulu dan dayang-dayang Beru Patimar juga menjenguknya saat terbaring di rumah sakit.

 

Tapi yang pasti menurut Joey Bangun, dia sudah melakukan ‘big deal’ dengan seorang aktor Karo bermerga Tarigan asal Bandung untuk memerankan Datuk Rubia Gande menggantikan El Manik. Aktor bermerga Tarigan itu pernah bermain di film Ca Bau Kan arahan sutradara Nia Dinata. “Tidak banyak yang kenal aktor senior merga Tarigan berusia lebih setengah abad itu. Suatu saat nanti akan saya perkenalkan siapa dia,” kata Joey Bangun tersenyum.

 

“Pengulu Jenggi Kemawar akan diperankan merga Barus. Saya menelponnya pada saat saya sedang sakit. Dia tertawa tak percaya mendengar konfirmasi dari saya bahwa saya telah memilihnya. Dia berulangkali katakan pada saya apakah saya yakin memilihnya. Saya katakan padanya kalau saya tidak yakin mana mungkin saya meneleponnya, ” ucap Joey Bangun lagi.

 

Menanggapi permintaan beberapa calon donatur agar Joey Bangun sendiri yang memerankan Pawang Ternalem, bukankah perawakan sutradara ini juga cocok memerankan tokoh itu. Joey Bangun cepat menggeleng cepat, “Emang saya Dedi Mizwar! Aktor merangkap sutradara? Ada-ada saja…”

 

“Lagi pula pada saat pertunjukan nanti saya ingin duduk manis menyaksikan karya saya disamping bapak Menteri,” sahut lelaki Bangun itu sambil menegak beberapa butir obat kemudian beranjak pergi kembali istrahat ke kamarnya.