Akhirnya, tadi pagi aku kembali kebaktian di GBKP Jakarta Pusat. Setelah 2 Minggu terakhir aku tidak bisa beribadah gara-gara harus menginap di rumah sakit. Sementara 3 minggu lalu sebelum sakit aku kebaktian di gereja Katedral sore gara-gara telat bangun pagi.

Tetap saja ekspesi mereka ramah padaku. Mereka menghargai diriku. Mungkin karena aku sudah terdaftar menjadi jemaat gereja ini. Tidak seperti kedua teman rumahku yang tidak dianggap ada walau mereka sering beribadah ke gereja ini. Berulangkali aku katakan pada mereka bahwa GBKP Jakarta Pusat tidak pernah mengakui kalian sebagai jemaatnya kalau kalian belum terdaftar dengan surat pindah yang sah.

Sudah banyak yang kuperbuat untuk gereja ini. Sudah sering aku baca puisi. Belum lagi 3 dramaku pernah dimainkan di 3 event besar. Bahkan drama natal A Christmas Carol yang terakhir dimainkan oleh gereja ini menghabiskan dana 30 juta. Ini semua karena kepercayaan gereja ini padaku. Pada karya yang telah diembankan Tuhan padaku.

Berkali-kali pula aku bersungut-sungut tidak puas dengan apa yang kudapat dari hasil jerih payahku pada pelayanan di gereja ini. Gereja ini tidak menghargaiku kataku suatu ketika.

Namun,

Setelah aku terbaring lemah sakit, aku kemudian tersadar. Jemaat itu satu persatu mendoakanku. Tiap hari mereka tidak habisnya menjengukku. Bahkan bukan hanya kalangan biasa aja, kelas seperti ketua Moria, pendeta, ketua PJJ sektor kami juga datang khusus mendoakanku. Ya Tuhan, mengapa mereka begitu peduli padaku.

Lama aku merenung. Sebuah feedback dari pelayananku di gereja ini. Setelah apa yang kuperbuat menghasilkan kasih. Tuhan memang maha baik.

Tadi pagi mereka datang lagi padaku. Minta bantuanku untuk mengisi alat musik tradisional Karo di konser September nanti. Tentu saja aku tidak menolaknya karena aku diberikan talenta untuk ini. GBKP Jakarta Pusat aku akan setia melayanimu karena Tuhan memang mengasihiku.