Tadi sepulang dari beberapa kegiatan satu harian, saya iseng-iseng buka-buka buku lama. Ternyata saya mendapat informasi baru dari buku Tengku Luckman Sinar berjudul Sejarah Medan Tempo Doeloe terbitan 1991.

Katanya begini :

Tahun 1934
– Dalam bulan Juni Sumatera Timur didatangi oleh sekte baru yaitu AHMADIYAH, yang dibawa oleh orang India bernama MOHD. SADIQ dan dibantu seorang Minangkabau bernama Abubakar Ayub..

Tahun 1935
– Terhadap kegiatan Ahmadiyah, terbit protes-protes dari kalangan agama Islam. Bertempat di bisokop “Hok Hoa” pada tanggal 17 Nopember diadakanlah debat umum yang dihadiri 100 orang. Pertemuan ini dipimpin oleh Abd. Rahman Syihab (Al Jamiatul Washliyah). Kemudian berbicara : Tengku Fachruddin dari Serdang, Syekh Mahmud Hayat, H. Ismail Lubis, dan H. Abd. Majid. Mereka sampai pada kesimpulan bahwa Ahmadiyah bertentangan dengan ISLAM.
Kemudian rapat mengambil mosi agar anggota-anggota Ahmadiyah tidak sah perkawinan mereka dan tidak boleh dikuburkan di pekuburan Islam dan lain-lain.

Melihat fakta ini ternyata aliran Ahmadiyah sudah lama hadir di Medan. Ini menjadi fenomena menarik, karena saat ini banyaknya protes untuk pembubaran sekte ini di berbagai kalangan. Saya semakin tertarik mengikuti perkembangannya setelah menyaksikan dialog/debat kalangan Islam dan Ahmadiyah di Metro TV beberapa hari yang lalu.