Kemarin aku sudah mengeksekusi orang itu. Orang yang harusnya kusayangi. Yang telah memberikan sedikit aspirasi dalam hidupku. Walau terkadang cara bicaranya membuat aku sedikit tersinggung.

 

Seperti layaknya para mafia Italia yang ingin mengeksekusi orang, aku juga pergi ke Katedral. Ke gereja di depan mesjid Istiqlal itu.  Aku berdoa di depan patung Yesus. Memohon kekuatan dan memaafkan. Setelah yakin doaku didengar, aku pergi ke tempat eksekusi.

 

Kami bertemu di TIM, tempat kami biasanya bertemu. Wajah kami sama-sama tidak cerah lagi seperti dulu. Kuawali pembicaraan dengan katakan aku tidak suka lagi dengannya. Dengan apa yang diperbuatnya selama ini.

 

Dia mencoba membela. Tapi belaan dirinya hanya kosong. Akhirnya aku eksekusi dia. Seperti layaknya Mafia Italia aku tidak memberikan ampun lagi padanya.

 

Aku kembali lagi ke Katedral. Mohon ampun pada Tuhan karena sudah mengeksekusi orang itu. Dan mohon ampun karena telah salah memberikan kepercayaan pada orang.