Kupersembahkan puisi ini untuk gadis di Semanggi tadi, yang tidak lagi aku hantar pulang….

`

Gadis itu terlihat sendiri

namun,

aku tidak bisa menghantarnya ke peraduan

kekecewaan terlukis di wajahnya

`

Aku memang salah

entah kenapa terkait antara

karya dan cinta

`

Aku renungkan sosoknya di temaram malam

tercoreng sebuah nama indah untuknya

aku sebut dia kini

Dawai Senjakala

`

Jakarta, 170908 23.58

JOEY BANGUN

`