senibudaya_rendra

Secara pribadi saya turut berduka mendalam atas kepergian si “Burung Merak”. Saya adalah pengagum Wilibrodus Surendra Rendra. Kumpulan buku puisinya tersusun di rak buku saya, dan poster wajahnya tergantung di dinding kamar saya.

Saya teringat saat saya bernazar untuk menonton Rendra baca puisi sebelum dia dipanggil Tuhan. Waktu itu tanggal 6 April 2006, saya akhirnya menonton sang maestro teater itu baca puisi di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki. Padahal saat itu tiketnya sangat mahal untuk ukuran orang baca puisi. Uang saya yang pas-pasan coba saya korbankan untuk mengabulkan nazar itu.

Semangat Rendra mengembangkan seni teater di tanah air memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk terus bersemangat mengabdi di kesenian ini. Termasuk saya!

Selamat jalan Rendra! Selamat jalan Pahlawan!

Aku mendengar suara
jerit hewan terluka

Ada orang memanah rembulan
ada anak burung berjatuh di sarangnya

Orang-orang harus dibangunkan
kesaksian harus diberikan
agar kehidupan bisa terjaga

(W.S Rendra, PPR, 1992 : 21)

Joey Bangun