Dawai

Dalam keheningan malam aku kembali memikirkanmu kekasih. Saat aku tinggalkan diriku sendiri di kamar ini tanpa siapa pun yang mencoba menemaniku. Aku hanya ingin merenung bagaimana perjuangan untuk mendapatkanmu kembali. Aku mencoba membuka jendela dan bertanya pada angin malam dimanakah kini engkau berada. Aku berbisik pada nurani hatiku, apakah engkau masih ada? Apakah engkau masih akrab menyapaku seperti dulu.

Kubuka lembar demi lembar buku kehidupan di masa lalu. Setiap lembar itu pula namamu kusebut dan tak satu lembarmu kau tidak memanggil namaku. Kita pernah tertawa bersama, kita pernah bercanda dalam keriangan tanpa beban.

Dalam bebanku engkau mengangkatku. Kau selalu tersenyum saat hatiku gundah gulana. Kata-kata dan suaramu selalu penuh penghiburan. Tanpa terhitung akulah selalu yang mengucap syukur padamu.

Kau tetap mendengarku walau aku selalu bicara tentang seni. Kesenian tanpa batas itulah kau katakan suatu ketika. Suatu hari kau tetap hadir walau mereka mengatakan tidak akan datang kembali. Tapi dimanakah kau kini?

Aku mencoba menunggumu di ujung malam. Sambil mendengar lagu-lagu klasik kesukaanku aku mencoba membuka kembali ribuan lembar yang tergores di masa lalu. Sembari berharap saat menutup mata dan membukanya di esok hari aku dikejutkan oleh hadirmu.

 

Aron Arts Kesaint

040916 0:16

Joey Bangun

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s