Fotografer jadi Caleg

Keindahan sebuah kota bisa diapresiasikan dari sebuah karya foto. Dari foto pula wisatawan dan orang-orang diluar sana tertarik untuk mendatangi kota itu. Namun pada kenyataannya tidak ada sedikitpun keseriusan pemerintah di kota Medan untuk memberikan perhatian untuk ini.

Saya kutip dari status seorang fotografer senior Indonesia Hardijanto Budiman, “Pernah kebayang gak seandainya segala kegiatan Pemilu gak ada fotonya? Surat suara polos, iklan tulisan doank, poster2 & billboard tulisan doank! Semoga calon2 pemimpin kedepan makin ngerti bahwa Photography adalah salah satu bagian penting dari perjalanan sebuah bangsa.”

Pemerintah tidak sekalipun memberikan perhatian pada penggiat-penggiat Fotografi di Republik ini. Padahal diantara mereka ada yang sudah melanglang buana dengan karya-karya yang memenangkan kontes/festival foto dan dipamerkan di seluruh penjuru dunia. Bahkan mereka juga berprestasi mengangkat nama negeri seperti atlit-atlit olahraga yang lebih dihargai jika berprestasi.

Di Medan, para fotografer jarang sekali memakai taman kota sebagai lokasi hunting foto. Selain memang tidak indah dan tidak dirawat, tidak jarang ada juga kutipan-kutipan liar yang memberatkan fotografer itu sendiri. Terkadang untuk mengekslplorasi tempat wisata dan cagar budaya di kota ini diperlukan ijin yang prosesnya sangat menyusahkan selain biaya kutipan kebersihan yang sangat mahal.

Pernah teman saya seorang pengajar fotografi senior di Medan harus dikejar-kejar Security sebuah hotel International di jalan Putri Hijau karena dicurigai sebagai kelompok teroris karena dia bersama para peserta didiknya menenteng kamera dan memotret di sekitar hotel itu.

Acara kontes/lomba fotografi juga kebanyakan dilaksanakan oleh pihak swasta dan sangat jarang dilaksanakan pemerintah. Padahal kalau Pemerintah memberikan fasilitas dan juga mendukung karya-karya para fotografer, kota Medan akan terbantu untuk diekspoitasi ke seluruh penjuru dunia. Tentu ada dan mungkin saja ada dana untuk pengelolaan sumber daya fotografi dan film yang dikelola dinas terkait. Dan kami para penggiat fotografi tidak tahu dan tidak diberitahu soal itu.

Para fotografer tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Prestasi para fotografer harus dihargai dan didukung penuh. Karena fotografer adalah salah satu kunci keindahan untuk mengeksploitasi kota ini agar dikenal diluar sana.

Semoga suatu hari kelak ada perwakilan fotografer di DPRD kota Medan yang bisa memediasi dan mendukung karya-karya fotografi anak-anak negeri. Salam Solidaritas!

JOEY ADI CITRA BANGUN, ST
Ketua Komunitas Fotografi (KFI) Sumut
1x.com Editor (Swedia) 2014 – 2016
Satgas Fotografer.net
—————————————————–
Calon Legislatif DPRD Kota Medan
DAPIL 5 Partai Solidaritas Indonesia (PSI) No. 7

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: