Simbol Kerukunan Umat Beragama di Karo

Foto ini diambil di desa Perteguhen Tanah Karo. Mesjid dan Gereja berdiri berhadapan tampak damai di bawah kaki Gunung Sinabung. Tidak pernah ada gesekan antar agama di Bumi Turang.

Adat Istiadatlah yang telah menyatukan sosial masyarakat Karo. Tanah Karo telah menjadi simbol keberagaman dan kebhinekaan di wilayah NKRI.

 

 

 

Advertisements

Sudako di Medan

Kata Sudako merupakan singkatan dari Sumatera Daihatsu Company (Sudaco dan kemudian dibaca menjadi Sudako). Ini mungkin ada benarnya. Bisa jadi angkutan umum pertama di Medan menggunakan mobil bermerk Daihatsu buatan Jepang.

Sudako lahir dari sejarah yang panjang. Awalnya adalah kegusaran atas masalah transportasi di Kota Medan. Persoalan kota yang sekaligus peluang bisnis ini mengusik benak lima orang yang dikenang sebagai pendiri KPUM. Mereka adalah Baharudin Nur, Radi Suharto, Abdul Aziz Tanjung, Abdul Jalil dan Saidi Pangaribuan. Kelimanya bersepakat membentuk koperasi dengan nama Koperasi Pengangkutan Umum Medan (KPUM) didirikan pada 17 April 1963. Continue reading “Sudako di Medan”

Perbuatan, Dedikasi, dan Melita Meliala

Dalam ajaran agama saya, “Iman tanpa perbuatan berarti kesia-siaan.” Namun dalam falsafah kebudayaan dan adat istiadat, “Perbuatan tanpa dedikasi adalah kesia-siaan.”

Mungkin saja konteks ajaran agama saya dan falsafah kebudayaan bisa disatukan, yaitu “ada iman yang melahirkan suatu perbuataan untuk sebuah dedikasi.”

Terkadang kita selalu berpikir segala bentuk perbuatan yang kita lakukan sudah melahirkan sebuah dedikasi. Sungguh mengharukan pula, jika kita mengatakan setiap perbuatan yang kita lakukan untuk dedikasi itu didasarkan oleh iman yang kita anut. Dan sangat menyakitkan jika ada orang mengatakan pada kita, kalau setiap perbuatan untuk dedikasi yang didasari oleh iman yang selama ini kita lakukan tidak dianggap apa-apa.
Continue reading “Perbuatan, Dedikasi, dan Melita Meliala”

Ahmadiyah di Medan

Tadi sepulang dari beberapa kegiatan satu harian, saya iseng-iseng buka-buka buku lama. Ternyata saya mendapat informasi baru dari buku Tengku Luckman Sinar berjudul Sejarah Medan Tempo Doeloe terbitan 1991.

Katanya begini :

Tahun 1934
– Dalam bulan Juni Sumatera Timur didatangi oleh sekte baru yaitu AHMADIYAH, yang dibawa oleh orang India bernama MOHD. SADIQ dan dibantu seorang Minangkabau bernama Abubakar Ayub..

Tahun 1935
– Terhadap kegiatan Ahmadiyah, terbit protes-protes dari kalangan agama Islam. Bertempat di bisokop “Hok Hoa” pada tanggal 17 Nopember diadakanlah debat umum yang dihadiri 100 orang. Pertemuan ini dipimpin oleh Abd. Rahman Syihab (Al Jamiatul Washliyah). Kemudian berbicara : Tengku Fachruddin dari Serdang, Syekh Mahmud Hayat, H. Ismail Lubis, dan H. Abd. Majid. Mereka sampai pada kesimpulan bahwa Ahmadiyah bertentangan dengan ISLAM.
Kemudian rapat mengambil mosi agar anggota-anggota Ahmadiyah tidak sah perkawinan mereka dan tidak boleh dikuburkan di pekuburan Islam dan lain-lain. Continue reading “Ahmadiyah di Medan”

Terkadang

Terkadang kita harus melupakan Tuhan jika ingin berbuat sesuatu

Terkadang kita harus kembali pada Tuhan jika terjadi sesuatu

Terima kasih Tuhan

Engkau selalu sabar melihat keegoisanku

JOEY BANGUN

Peserta Lokakarya Manajemen Organisasi Budaya 2008

Kelola kembali menjalin kerja sama dengan LPPM untuk menyelenggarakan Lokakarya Manajemen Organisasi Budaya (MOB) yang dilaksanakan pada 12-16 Mei 2008. Agar lokakarya diikuti oleh peserta yang tepat dan benar-benar membutuhkan, Kelola jauh-jauh hari menyebarkan informasi ke berbagai komunitas seni di seluruh Indonesia.

Kelola juga memberi kesempatan kepada calon peserta untuk berkompetisi mendapatkan beasiswa lokakarya. Dari 44 pelamar yang masuk, Kelola memberikan beasiswa kepada 15 orang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia .

MOB adalah model pembelajaran mengenai pengelolaan organisasi seni budaya. Materi yang disampaikan dalam lokakarya ini meliputi dasar-dasar manajemen, perencanaan strategi jangka panjang, manajemen keuangan, manajemen perusahaan, manajemen pemasaran, penggalangan dana (fundraising) , dan penulisan proposal. Continue reading “Peserta Lokakarya Manajemen Organisasi Budaya 2008”

Lokakarya Manajemen Organisasi Budaya

Kepada Yth:

Joey Adi Citra Bangun

Jl. Swadaya V no. 38

Cempaka Baru

Jakarta Pusat 10650

E: joeybangun@yahoo.com

Perihal: Lokakarya Manajemen Organisasi Budaya

Dengan hormat,

Terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu mengirimkan formulir pendaftaran dan biodata untuk seleksi beasiswa calon peserta pendidikan jangka pendek Seri: Manajemen Organisasi Budaya di Lembaga Manajemen PPM, pada tanggal 12 – 16 Mei 2008.

Berdasarkan hasil review oleh tim seleksi Kelola, bersama ini kami beritahukan dengan senang hati bahwa Bapak/Ibu telah diterima sebagai peserta pendidikan tersebut. Continue reading “Lokakarya Manajemen Organisasi Budaya”