Terima kasih bang Arnis Ginting

Kiriman spesial dari Jakarta telah tiba di Aron Arts Basecamp . Terima kasih bang Arnis Gintings untuk hadiah spesialnya. Salam   jari!

Advertisements

Dialek Coach

Tahun 2014 lalu saya dipercaya untuk menjadi ‘Dialek Coach’ bahasa Karo untuk Vino Bastian sebagai Jamin Ginting di film “3 Nafas Likas.”

Tahun 2016 kembali dipercayakan menjadi ‘Dialek Coach” bahasa Karo dan Toba untuk Yuki Kato sebagai Marsila Silalahi di film “Cahaya Cinta Pesantren.”

 

Semoga Sumatara Utara dengan keragaman budayanya tetap dilirik dan memberi sumbangsih untuk eksistensi Perfilman Nasional. Welcome “Cahaya Cinta Pesantren!”

Dawai

Dalam keheningan malam aku kembali memikirkanmu kekasih. Saat aku tinggalkan diriku sendiri di kamar ini tanpa siapa pun yang mencoba menemaniku. Aku hanya ingin merenung bagaimana perjuangan untuk mendapatkanmu kembali. Aku mencoba membuka jendela dan bertanya pada angin malam dimanakah kini engkau berada. Aku berbisik pada nurani hatiku, apakah engkau masih ada? Apakah engkau masih akrab menyapaku seperti dulu.

Kubuka lembar demi lembar buku kehidupan di masa lalu. Setiap lembar itu pula namamu kusebut dan tak satu lembarmu kau tidak memanggil namaku. Kita pernah tertawa bersama, kita pernah bercanda dalam keriangan tanpa beban.

Dalam bebanku engkau mengangkatku. Kau selalu tersenyum saat hatiku gundah gulana. Kata-kata dan suaramu selalu penuh penghiburan. Tanpa terhitung akulah selalu yang mengucap syukur padamu.

Continue reading “Dawai”

Stanza

Sudah lama aku tidak singgah ke blogku. Bukan karena sejuta kesibukan yang selalu menghampiriku. Tapi niatku untuk menguntai kata tidak sesemangat di waktu lalu. Dulu aku bangga dipanggil Sastrawan. Tiap hari aku menulis. Kalau tidak tentang budaya, sosial, atau mungkin sekedar puisi ataupun cerpen.

Dulu ada koran lokal yang selalu mengejar-ngejar karena deadline tulisanku. Waktu itu sebuah cerbungku dimuat di koran itu. Itu tidak sebentar, lebih 2 tahun! Konon istriku pernah bilang dia sangat terpesona dengan cerbungku itu.  Karena cerbung itu pula dia terpesona padaku 🙂

Mulai saat ini aku kembali berkomitmen untuk kembali menulis. Paling tidak perlahan mulai menumbuhkan semangat. Sedikit demi sedikit feeling yang dulu harus aku raih kembali. Disamping itu ada beberapa proyek buku yang harus aku selesaikan secepatnya.

Mohon doanya…