Dawai

Dalam keheningan malam aku kembali memikirkanmu kekasih. Saat aku tinggalkan diriku sendiri di kamar ini tanpa siapa pun yang mencoba menemaniku. Aku hanya ingin merenung bagaimana perjuangan untuk mendapatkanmu kembali. Aku mencoba membuka jendela dan bertanya pada angin malam dimanakah kini engkau berada. Aku berbisik pada nurani hatiku, apakah engkau masih ada? Apakah engkau masih akrab menyapaku seperti dulu.

Kubuka lembar demi lembar buku kehidupan di masa lalu. Setiap lembar itu pula namamu kusebut dan tak satu lembarmu kau tidak memanggil namaku. Kita pernah tertawa bersama, kita pernah bercanda dalam keriangan tanpa beban.

Dalam bebanku engkau mengangkatku. Kau selalu tersenyum saat hatiku gundah gulana. Kata-kata dan suaramu selalu penuh penghiburan. Tanpa terhitung akulah selalu yang mengucap syukur padamu.

Continue reading “Dawai”

Advertisements